21 May 2005

Strategi Baru Antiterorisme: Feminisme

Dalam artikelnya di alternet.org yang provokatif ini, Barbara Ehrenreich berpendapat bahwa usaha serius dan berkesinambungan untuk melindungi hak-hak asasi manusia (HAM) bagi perempuan seluruh dunia dapat menjadi awal bagi pendekatan baru melawan terorisme.
Misalnya:
  • mendanai pendidikan anak-anak perempuan di negara seperti Pakistan yang tingkat buta hurufnya 26%
  • beasiswa bagi perempuan untuk pendidikan yang lebih tinggi (universitas dll)
  • pemberian suaka bagi yang melarikan diri totalitarianisme gender
  • perang global melawan "trafficking of women"
Penulis juga menyarankan, "kalau istilah 'feminisme' bikin gatal di telinga, coba istilah lain: hak-hak perempuan."

*Original Post

08 April 2005

Sex Ed Semenjak Dini

Al-jazeera menurunkan berita "Egyptian cleric slams sex education", Syekh Al-Azhar mengecam pendidikan seks.

Saya kira judul berita al-jazeera ini terlalu umum. Sex ed sudah pasti diajarkan semenjak awal. Apalagi masyarakat fikih-oriented, mau tidak mau menyinggung ini. Masih ingat ketika di SD, mulai dari pelajaran wudhu, salat, puasa, anak-anak muslim sudah akrab dengan istilah jima', mani, haid. Yang lebih "advanced", yang belajar hadis arbain imam Nawawi, sampai ke nomer 24, "bersetubuh dengan istri juga sedekah." Ustadz yang baik tentu tidak akan melompat ke nomer 25 hanya gara-gara ada unsur "sex ed" ini, tetapi akan memperlakukan murid-muridnya sebagaimana mestinya. Di surau, kami bertanya kepada pak ustadz, ketika dia menerangkan yang wajib puasa adalah anak laki2 yang sudah "bermimpi." Mimpi apaan? :-)

Sekarang menanggapi kecaman Syekh al-Azhar tentang pengajaran "safe sex" dan aborsi mestinya dilihat konteksnya. Misalnya MUI menyarankan "safe sex" untuk pasangan suami istri
yang terkena HIV/AIDS. Aborsi sudah dibahas para imam mazhab berabad-abad yang lalu. Ternyata Syekh Tantawi juga memberikan guide line:
'sex education should be taught "in a way that doesn't stir instincts, or offend public morality".'
Baru minggu lalu, saya menemukan buku "sex ed" untuk anak-anak, saya kira untuk usia dini, lengkap dengan gambar anatomi organ laki-laki dan perempuan. Tidak ada masalah untuk yang ini. Ternyata ada juga bab proses "pembuahan" termasuk gambar visual di tempat tidur. Saya dan istri masih mikir-mikir untuk menunjukkan buku ini ke anak-anak usia SD.

*Original Post

21 February 2005

Mentalitas "Blame the Victim"

Perempuan diperkosa?
  • Itu akibat emansipasi kebablasan, karena pakai baju merangsang.
Afrika kelaparan?
  • Itu akibat diam saja dibodohi pemerintahnya, mau-maunya tinggal di situ, tidak ada persiapan menghadapi paceklik.
Bencana tsunami?
  • Itu akibat wilayahnya jadi obyek wisata seks.
Kecopetan?
  • Jangan naik bis kota, jangan taruh dompet di saku celana, ....., jangan bertampang punya uang.
Istri dihajar suami?
  • Itulah kalau berani membantah, tidak taat, patuh dan nurut pada suami.
Irak diserbu Amerika?
  • Makanya jangan bilang punya senjata pemusnah massal kalau tidak punya. Kalaupun tidak punya, salah sendiri tinggal di gurun pasir yang di bawahnya ada cadangan minyak bumi besar-besaran.

Anda jadi korban? Anda salah karena Anda korbannya!

"Perhaps we can't see the victim as innocent, because by so doing we would have to admit that similar things might happen even to us. We blame the victim in order to feel more in control." Anyara

*Original Post

10 February 2005

Patah Hati Membawa Petaka

Ini bukan judul lagu ataupun cerpen remaja, tapi laporan riset "Broken Hearts Can Kill" oleh para peneliti di John Hopkins U.

A traumatic breakup, the death of loved one or even the shock of a surprise party can unleash a flood of stress hormones that can stun the heart, causing sudden, life-threatening heart spasms in otherwisehealthy people, they reported Wednesday.


"Patah hati" dapat mengakibatkan kelebihan hormon stres yang dapat mengejutkan jantung dan menyebabkan penyempitan koroner yang membahayakan pada orang yang sehat sekalipun.

Sebaiknya berhati-hati, dan kalau Anda patah hati, mending berdendang seperti Rahmat Kartolo (alm.), ".... patah hati ku jadinya ....." Terbukti penyanyi kita itu sehat wal afiat di tahun 60-an bahkan merilis ulang lagu hitnya puluhan tahun kemudian.

*Original Post

09 February 2005

Kurikulum Sex Ed: Survey Orang Tua di NC

Departemen Pendidikan dan Dept Kesehatan Negara Bagian North Carolina, AS, mewawancarai lebih dari 1300 orang tua siswa. Di antara temuannya, berikut ini adalah hal-hal yang diinginkan oleh orang tua untuk dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan seks di sekolah:
  • Transmission and prevention of sexually transmitted diseases (98.5%)
  • Transmission and prevention of HIV/AIDS (98.4%)
  • What to do if one has been raped or sexually assaulted (98.2%)
  • Basics of reproduction, how babies are made, pregnancy and birth (98%)
  • Dealing with pressure to have sex (97.7%)
  • How to talk with a girlfriend, boyfriend or partner about not having sex (96.9%)
  • How to talk with parents about sex and relationship issues (96.7%)
  • How to deal with the emotional issues and consequences of being sexually active (93.9%)
  • How to talk with a girlfriend, boyfriend or partner about birth control and sexually transmitted diseases (92.9%)
  • Abstinence until marriage (91.2%)
  • Waiting to have sex until after graduating from high school (90.3%)
  • Effectiveness and failure rates of birth control methods, including condoms (88.9%)
  • How to get tested for HIV/AIDS and sexually transmitted diseases (88.3%)
  • Risks of oral sex (82.7%)
  • How to use other birth control methods, such as birth control pills or Depo Provera (80.8%)
  • Risks of anal sex (80.3%)
  • How to use condoms (80.1%)
  • Talking about what sexual orientation means (77.7%)
  • Where to get birth control, including condoms (73.9%)
  • Classroom demonstrations of how use a condom correctly (56.8%)
Selama ini pendidikan seks di NC hanya menitikberatkan pada "abstinence" (menghindari hubungan seks) sebelum nikah. Tarik ulur tengah terjadi seputar perlunya kurikulum diperluas dengan metode kontrasepsi dan pencegahan penyakit menular melalui hubungan seks.

*Original Post